....

Rabu, 17 November 2010

seni religius








Add caption


Gresik Dominasi Pameran Seni Religius


Memasuki bulan puasa atau Ramadan 2008, Taman Budaya Jatim (TBJ) menggelar berbagai acara yang bernuansa religius. Salah satunya “Pameran Seni Rupa Religius” yang digelar mulai Jumat (22/8) hingga 10 September, di Ruang Sawunggaling TBJ. Pameran ini menghadirkan sebanyak sembilan pelukis Jatim dan terbanyak dari Sampang, Madura.

Karya yang dihadirkan, kata Kurator Pameran, Agus Koecing yang ditemui Kamis (20/8), terbanyak tentunya juga dari Sampang. Mereka itu, C Alfan, M Satuman Ashari dan Junaidi. Sementara Alfie Fauzie dari Mojokerto, Istoyo dan Sifin Ghani (Surabaya), dan Fauzi (Bojonegoro). Mereka ini menampilkan antara empat hingga lima lukisan. Diusakan menyajikan karya terbaru dan merespon tema yang berkaitan dengan Ramadan.

Dari karya yang dihadirkan, sebagian memang merespon tema secara hitam – putih. Artinya, lukisan yang menghadirkan tiga orang sedang bersembahyang dengan posisi “membelakangi lensa”. Di bagian depannya tampak tiga pasang sandal dengan model yang berbeda.

Karya lain ada yang senada namun terkesan ada pesan atau kritik sosial. Karya ini menghadirkan begitu banyak berjejal bangunan beton dan menjulang tinggi hingga menghimpit bagunnan masjid. Dalam karya itu, kubah dan menara masjid tampak kecil dan rendah.

Sementara tiga orang yang sedang sembahyang, digambarkan mencuat tinggi di atas bangunan gedung dan seperti dalam tabung, digambarkan dengan warna indah serta terang. Sepertinya, keindahan atau orang yang suci, di manapun tempat dan dalam situasi yang terjepitpun, tetap saja bersinar terang.

Sifin, kali ini menyajikan karya yang salah satunya Di Bawah Sajadah dan menampilkan seorang nenek dengan berdoa. Pelukis Satuman menghadirkan karya yang ukurannya cukup tinggi, yaitu 275 Cm. Di antara karyanya itu berjudul Doa dan Cinta dalam Cinta.

Karya peserta lain yang tidak terkesan hitam-putih, ada yang meadukan antara batu, buah (mirip dengan kacang tanah) dan tulisan Arab. Kemudian ada yang memasukan unsur religi dengan teknik batik khas Madura. Dan masih banyak lagi karya yang hadir sesuai dengan aliran pelukisnya.(gim)

Sumber: Surabaya Post, Kamis 22/08/2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar