Selasa, 27 September 2011

lukisan kaligrafi SAID AKRAM

Jakarta – Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir. Akram studio yang bekerjasama dengan Galeri Nasional akan menggelar Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi dengan tema “Berbicara melalui Karya”, pada kamis (04/12) pukul 20.00, WIB diresmikan oleh Bapak DR. H. MS. Kaban, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, dan pidato kebudyaan akan disampaikan oleh Bapak A.D. Pirous, bertempat di Galeri Nasional Indonesia Jln. Medan merdeka Timur No.14 Jakarta, pemeran akan berlangsung sejak pembukaan kamis, (04/12) sampai dengan tanggal (16/12). Sebut Said Akram Kepada Wartawan, Rabu (03/12)

Said Akram Menjelaskan Kehadiran Pameran Tunggal ini adalah merupakan sebuah keberhasilan yang sangat luar biasa menilik pameran tunggal dari kalangan pelukis kaligrafi sebelumnya hanya dilaksanakan oleh pelukis A.D Pirous saja yang melakukan hajatan besarnya dalam sebuah pameran akbar yang berdimensi retrospektif beberapa tahun lalu. Ini merupakan sebuah terobosan yang sangat membantu dalam membangun keaneka ragaman ekspresi dan dinamika berkesenian untuk lebih mewarnai kemajemukan kegiatan seni lukis dewasa ini yang lebih banyak didominasi oleh pameran pameran lukisan figuratif yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, umumnya berasal dari perupa China yang silih berganti dilangsungkan di Galeri Nasional ini. Jelas Alumni ISI jokjakarta ini.


Merwan Yusuf sebagai art curator Pameran tunggal Said Akram, beliau mengatakan sudah sejak awal memang lukisan atau drawing yang menggambarkan tentang tanda tanda dalam bentuk yang mempunyai arti tersendiri dan mewakili suatu ide dan ungkapan, adalah temuan pertama manusia untuk mewujudkan kemampuan mencipta yang ditujukan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer, Aceh menjadi tempat ia bekerja dengan suasana yang lebih kondusif dan lingkungan untuk bisa lebih fokus dan berkontemplasi mewujudkan ide dan gagasan yang nantinya akan direalisir menjadi karya visual. Sudah sejak lulus dari ISI Yogyakarta dan berkiprah sebagai professional artist ia sangat dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir, ia berhasil keluar dari kepungan pakem pakem penulisan kaligrafi baku yang pernah ada sebelumnya. Bentuk olahan kaligrafi yang seperti itu kemudian memunculkan ciri khas kaligrafi yang memaksimalkan terbentuknya volume dan efek grafitasi.

Merwan Menambahkan, Karya karya yang di hadirkan said akram diruang pameran tunggalnya di Galeri Nasional mengandung pesan pesan moral dan spiritual melalui ekspresi keindahan huruf dari ayat ayat Al Quran dan penggambaran bentuk alam yang tercabik cabik. Ia juga mengajak kita untuk menikmati dan mengapresiasi dunia huruf arab dan kaligrafi baru yang menjadi style pribadinya. Said adalah salah seorang kontributor pengayaan corak kaligrafi yang sangat personal serta telah memperkaya khasanah seni lukis kaligrafi Nasional maupun Internasional, sebut Art curator ini.

Akram seorang pelukis kelahiran Pidie, Aceh. Merupakan generasi terakhir yang konsisten dengan pilihan lukisan khattiya ini pasca-Sadali, dan A.D. Pirous. Akram memiliki zamannya sendiri untuk menilai dan berekspresi pada aliran ini sehingga melahirkan karya-karya inovatifnya yang orisinil, tidak mengekor kepada para pendahulu. Akram adalah anak yang telah dimandikan oleh nilai-nilai religiositas yang kuat. Putera Aceh yang basah dengan tradisi Islam puritan. Ayahnya pakar kaligrafi terkenal, beliau dikenal luas sebagai seorang yang paham sejarah Islam dan sekaligus sebagai seorang “Pentasih” nasional yaitu suatu keahlian yang dapat membaca dengan benar dan mengkoreksi tulisan tulisan arab. Said Akram adalah wajah masa depan seni lukis kaligrafi Indonesia. Pameran tunggal ini menjadi penting bagi Akram untuk mentasbihkan mazhab dan gaya kaligrafinya dalam percaturan seni lukis kaligrafi dunia.

Jakarta, 03 Desember 2008

SAID AKRAM

Selasa, 13 September 2011

KALIGRAFI TAK PERNAH MATI

Merosot Sejak Era Amri Yahya
Surabaya – Surabaya Post. Perkembangan dunia seni lukis di Jawa Timur (Jatim), terutama kaligrafi dikatakan oleh salah seorang pelakunya, tidak akan pernah mati. Namun bagi pelukis lain, meski tidak akan pernah mati namun juga tidak “hidup”. Perkembangannya semakin merosot jika dibandingkan dengan tahun 1980-1985 an.

Saat itu, dunia seni lukis kaligrafi terlihat menonjol dan gaungnya juga tidak hanya Jatim tapi menasional. “Apalagi saat itu masih getol-getolnya Amri Yahya (Jogjakarta) dan AP Pirous (Bandung),” kata pelukis kaligrafi senior dari Kediri, M Djuhandi Djauhar yang ditanya tentang perkembangan dunia kaligrafi saat ini (Surabaya Post, 4 September).

Pada saat itu, tambah pria kelahiran Kota Tahu pada 1948 ini, dukungan dan antusias pelukis bergitu terlihat. “Pak Amri dan Pak Pirous, adalah maestro yang jasanya terhadap perkembangan seni kaligrafi Indonesia begitu besar,” jelas Djuhandi yang ditemui saat mempersiapkan pameran bersama di Galeri Surabaya (GS) – Kompleks Balai Pemuda, mulai Jumat (5/9) ini.

Namun sejak kurang berkiprahnya dua pelukis itu, termasuk meninggalnya Amri Yahya, kondisi atau perkembangan dunia seni lukis kaligrafi terus merosot hingga kini. Pameran, kata dia, juga jarang sekali. Kalaupun ada, hampir selalu dikaitkan dengan peristiwa atau hari besar Islam. “Seperti saat Ramadan begini,” kata dia.

Padahal, kata Mantan Pengawas Pendidikan Agama Islam Kandepag, Kediri, hal itu tidak perlu dilakukan. Tidak harus menunggu hari besar Islam atau puasa. Kalau mau pameran, ya pameran saja. Karya yang dihadirkan juga tidak usah dibedakan antara kaligrafi dan lukisan lainnya, baik kontemporer atau pemnadangan.

Rupanya, tambah pelukis kaligrafi lainnya, Bambang Tri ES, kondisi ini sepertinya belum disadari banyak pelukis. Sehingga, kalau pameran juga selalu mencari suasana yang pas, termasuk seperti pameran di GS ini.

Kalau tentang pasar, baik Djuhandi maupun Bambang Tri, sama-sama mengatakan, masih kalah jauh dengan lukisan lain, terutama kontemporer. Namun keduanya, termasuk pelukis lain yang kini pameran di GS, berusaha mengangkat lukisan kaligrafi ke masyarakata. Salah satu caranya juga dengan pameran. Untuk selanjutnya, mereka akan berpameran lebih sering dan tidak terkait dengan hari besar keagamaan, khususnya Islam.

“Seperti AD Pirous itu, meski karyanya dikenal kaligrafi, namun pameran juga dilakukan di mana-mana. Tidak membedakan aliran. Karya Pak Pirous juga tetap mempunyai apresiasi tinggi. Ini yang perlu disadari oleh teman-teman pelukis,” jelas Bambang yang dalam pemerannya menampilkan QS Al Baqoroh 45.

Pameran yang digelar di GS hingga 13 September, tambah Djuhandi, mestinya ada sembilan orang. Namun yang ikut hanya enam orang. Salah seorang pelukis yang dianggap sebagai penggagas, Paib dari Bawean, tidak bisa ikut, karena ada kesibukan di Kuala Lumpur (KL) Malaysia yang tidak bisa ditinggalkan.

Kelompok yang pameran di GS dengan tema “FirmanMu Sumber Keteduhan Hati” ini, rencananya tidak hanya pameran di Jatim dan Indonesia saja tapi juga ke luar negeri. Dan keliling Asia Tenggara. “Mudah-mudahan setelah Pak Paib datang, perencanaan bisa dilanjutkan,” kata dia.(gim)
Surabaya Post, Jumat 05/09/2008 – 10:48:46 |

Senin, 15 Agustus 2011

Belum lama ini, Wedha yang membuat illustrasi karakter lupus dan juga terkenal dengan temuannya WPAP (Wedha's Pop Art Potrait) pernah dipublish di Desain Studio (lihat ulasannya disini). Karya Wedha memang sangat jempolan, walaupun pertama kali ditemukan tahun 1990-1991, tapi sampai sekarang gaya WPAP masih populer dan bahkan semakin berkembang. Beberapa komunitas WPAP mulai berkembang melalui jejaring-jejaring sosial semacam facebook, blog dan forum-forum. Tidak ingin ketinggalan, Desain Studio kali ini mencoba menyajikan tutorial cara pembuatan WPAP ini untuk pembaca. :)


Di tutorial kali ini, kita akan menggunakan Adobe Illustrator. Tidak masalah jika ada yang menggunakan CorelDRAW maupun Freehand, langkah-langkahnya sama saja.




STEP 1

Gunakan Pen tool (P) untuk menggambar bagian mulut. Gambar dengan garis-garis lurus dan tidak lengkung dan buatlah bentuk berdasarkan intensitas cahaya pada gambar. Artinya, bidang-bidang gambar pen tool di bentuk berdasarkan warna dari wajah (lihat gambar)

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 2

Jika sudah, warnai gambar dengan warna yang dekat dengan warna sebenarnya. Gunakan eyedropper tool (I) untuk langkah ini. Cukup pilih bidang yang ingin diwarnai, lalu tekan tombol I di keyboard untuk memilih eyedropper tool dan klik pada sampel warna yang ingin diambil. Sebagai contoh, jika warna yang ingin diambil adalah bagian bibir, klik eyedropper tool pada bibir. Begitu seterusnya hingga semua bidang diwarnai.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 3

Beralih ke bagian atas, gambar kan bidang-bidang membentuk hidung dan kacamata. Kemiripan wajah sangat tergantung dari bagaimana kita membentuk bidang dengan baik pada daerah-daerah detil seperti mulut, hidung dan mata.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 4

Sama seperti pada STEP 2, warnai juga bidang-bidang yang telah dibuat tadi.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 5

Beralih kebagian pipi hingga leher, bagian ini tidak terlalu detil, jadi gambar bidang-bidang yang lebih besar. Namun tetap ingat, gambarkan berdasarkan intensitas cahaya dan perbedaan warna. Karena walaupun tidak berbentuk detil, kubis-kubis nanti bisa diidentifikasi sebagai sebuah bentuk karna pewarnaan di tiap bidang yang berbeda.

Sama seperti dua bagian sebelumnya, bagian ini juga saya warnai dahulu dengan warna-warna dasar wajah.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 6

Lengkapi dengan membuat beberapa bidang untuk melengkapi bagian-bagian lainnya.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 7

Kali ini kita telah selesai dengan membentuk perwajahan karakter. Sekarang kita pisahkan objek bidang-bidang vektor dengan gambar aslinya dan bersiap untuk pewarnaan.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 8

Dalam WPAP, warna yang digunakan adalah warna-warna yang tidak biasa dan bermain dengan intensitas warna (gelap/terang). Salah satu alternatif yang bisa kita gunakan di Illustrator adalah dengan menggunakan warna pantone. Cukup pilih Window > Swatches lalu klik icon swatches library menu dibagian bawah swatches palette, pilih Color Books > Pantone Solid Uncoated. Maka akan terbuka Pantone Solid Uncoated palette.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 9

Ada banyak warna yang bisa ditemukan di Pantone Solid Uncoated palette ini. Selain itu, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi warna berdasarkan intensitas gelap dan terangnya (karena disusun sejajar).

Untuk tips memberi warna karya WPAP anda, cukup ikuti aturan main dari pencahayaan pada gambar yang asli. Misalnya, untuk bagian yang terang, berikan warna-warna terang dengan intensitas yang terang seperti kuning, hijau muda, pink, dll. Sebaliknya, bagian bidang di daerah gelap juga harus diisi dengan warna yang berkarakter gelap seperti biru, merah tua, hijau, coklat, dll.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

Well, inilah karya WPAP dari M Shadow (vokalis band Avenged Sevenfold) yang telah diaplikasikan pada sebuah poster.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)


Pertanyaan, kritik dan saran, langsung saja di kolom komentar..
Selamat mencoba dan terus berkarya! :D

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Rabu, 15 Juni 2011

Hadis:

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka akan terputus segala amalannya kecuali tiga perkara…”.

Segala puji hanya milik Allah Yang mempunyai segala apa yang ada di langit maupun di bumi. Bagi-Nya segala pujian di dunia maupun di akherat dan Dialah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya manusia diciptakan di alam kehidupan ini bertujuan untuk beramal, kemudian nanti akan dibangkitkan di hari kiamat untuk dibalas berdasarkan apa yang telah mereka amalkan. Maka manusia tidak diciptakan sia-sia, juga tidak ditelantarkan begitu saja. Orang yang beruntung adalah orang yang telah memberikan kebaikan untuk dirinya yang akan dia dapatkan simpanannya di sisi Allah. Dan orang yang celaka adalah orang yang yang memberikan kejelekan untuk dirinya yang akan mengakibatkan kesengsaraan.
Lihatlah kepada amal-amalmu, dan mawas dirilah sebelum datang ajalmu, karena kematian menandakan terputusnya amalan dan merupakan permulaan menuai balasan. Kematian begitu dekat namun kalian tak mengetahui kapan datangnya. Dan perhitungan amal sangat teliti namun kalian tak mengetahui kapan saatnya. Rambut beruban telah memberikan tanda peringatan akan kematian, maka bersiaplah menghadapinya. Kematian teman karib seseorang menandakan dekatnya kematian dirinya.
Ingatlah kematian, beramallah untuk menghadapi masa sesudahnya yang pasti kalian akan datang menemuinya dan menetap di sana. Jangan sampai dilalaikan dengan sesuatu yang kalian datangi tapi akan segara kalian tinggalkan. Jangan tertipu dengan impian-impian panjang lalu menjadi lupa dengan kedatangan ajal. Berapa banyak orang yang mendambakan sesuatu lalu tidak bisa dia dapatkan. Berapa banyak orang yang hidup dalam waktu paginya suatu hari, lalu tak menemui waktu sorenya; atau mengalami sorenya suatu malam namun tak menemui paginya. Berapa banyak orang ketika datang ajalnya berangan untuk ditunda beberapa saat lagi agar dia bisa memperbaiki kesalahannya serta melakukan apa yang telah dia lupakan. Maka dikatakan padanya : “Mustahil, apa yang kau harapkan telah berlalu, kami telah memperingatkanmu sebelumnya dan kami telah ancam kamu bahwa tidak ada waktu lagi untuk kembali”. Allah berfirman (yang artinya) :

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munafiqun : 9-11)

Sebenarnya seseorang itu terhenti amalnya tatkala datang kematiannya. Tetapi ada beberapa amalan yang dilakukan pada saat hidupnya dan manfaatnya terus-menerus dipakai, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya meskipun temponya berlangsung lama. Dan itu berbentuk segala usaha kebaikan yang bisa bermanfaat bagi manusia ataupun binatang ternak; seperti wakaf-wakaf untuk kebaikan, pohon-pohon berguna yang berbuah, sumber-sumber air minum, membangun masjid-masjid dan madrasah, anak keturunan yang shalih, mengajarkan ilmu bermanfaat dan mengarang kitab-kitab yang berfaedah.
Di dalam As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya”.

Hadits ini menunjukkan terputusnya amalan seseorang itu dengan kematiannya, dan waktu untuk beramal adalah selama dia masih berada dalam kehidupannya.
Maka wajib bagi seorang muslim untuk berhati-hati dari sikap lalai dan membuang-buang waktu, dan hendaklah bersegera melakukan ketaatan sebelum datang kematian, tidak mengakhirkannya sampai waktu yang mungkin tidak bisa dia gapai. Dalil-dalil yang menunjukkan perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bersegera dalam melakukan ketaatan dan bercepat-cepat untuk melakukan amalan banyak, menandakan bahwa kalau tidak segera dikerjakan hal itu akan luput dari tangan kita.

Hadits tadi menunjukkan dikecualikannya amalan kebaikan yang terus bisa dimanfaatkan setelah meninggalnya orang yang melakukannya, tidak terputus dengan kematian dia. Bahkan pahalanya akan terus mengalir selama bermanfaat meskipun bisa bertahan sampai lama.

Perkara-perkara itu adalah :
Pertama : shadaqah jariyah.
Para ulama telah menafsirinya dengan wakaf untuk kebaikan. Seperti mewakafkan tanah, masjid, madrasah, rumah hunian, kebun kurma, mushaf, kitab yang berguna, sumber-sumber air minum berupa sumur, bak, kran-kran minum dengan pendingin, dan lain sebagainya. Disini merupakan dalil disyariatkannya mewakafkan barang yang bermanfaat dan perintah untuk melakukannya, bahkan itu termasuk amalan yang paling mulia yang bisa dilakukan seseorang untuk kemuliaan dirinya di akhirat. Yang pertama ini bisa dilakukan oleh para ulama maupun orang awam.

Kedua : ilmu yang bermanfaat.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara seseorang mengajarkan ilmu kepada manusia perkara-perkara agama mereka. Ini khusus bagi para ulama yang menyebarkan ilmu dengan cara mengajar, mengarang dan menuliskannya. Orang yang awam juga bisa melakukannya dengan cara ikut serta di dalamnya berupa mencetak kitab-kitab yang bermanfaat atau membelinya lalu menyebarkannya atau mewakafkannya. Juga membeli mushaf lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan atau meletakkannya di masjid-masjid. Hal ini menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu dan mengajarkannya, menyiarkannya dan menyebarluaskan kitab-kitabnya agar bisa mengambil manfaat sebelum dan sesudah kematian dia.

Manfaat ilmu akan tetap ada selama di permukaan bumi ini masih ada seorang muslim yang sampai kepadanya ilmu tersebut. Berapa banyak ulama yang meninggal semenjak ratusan tahun yang lalu tetapi ilmunya masih ada dan dimanfaatkan melalui kitab-kitab yang telah dikarangnya lalu dipakai dari generasi ke generasi sesudahnya dengan perantara para muridnya kemudian para pencari ilmu setelah mereka. Dan setiap kali kaum muslimin menyebutkan nama dia, mereka selalu mendoakan kebaikan dan mendoakan agar Allah merahmati dia. Ini adalah fadhilah dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Berapa banyak generasi yang diselamatkan Allah dari kesesatan dengan jasa seorang alim, maka alim itu mendapatkan seperti pahala orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.

Ketiga : anak shalih
Anak shalih baik laki-laki maupun perempuan, anak kandung maupun cucu, akan terus mengalir kemanfaatan mereka untuk para orang tua berkat doa baik yang diterima Allah untuk ibu bapak mereka. Juga shadaqah yang dilakukan anak-anak shalih untuk orang tua, juga hajinya, bahkan doa yang diucapkan orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari anak-anak tersebut. Seringkali orang yang mendapatkan kebaikan dari seseorang dia mengatakan : “Semoga Allah merahmati orang tuamu dan mengampuni mereka”.

Disini juga menunjukkan anjuran untuk menikah, dengan tujuan untuk mendapatkan anak yang shalih, dan melarang dari membenci banyaknya anak. Sebagian manusia kadang terpengaruh dengan propaganda-propaganda sesat sampai dia membenci banyaknya anak dan berusaha untuk membatasi kelahiran atau bahkan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan kebodohan mereka terhadap ilmu agama dan ketidaktahuan mereka tentang hasil yang akan didapatkan nanti, serta disebabkan karena lemahnya iman.

Dalam hadits tadi juga terdapat anjuran untuk mendidik anak agar menjadi shalih dan menumbuhkan mereka dalam ajaran Islam dan dalam keshalihan agar mereka menjadi generasi yang shalih buat orang tua mereka yang nantinya mendoakan kebaikan kepada mereka setelah meninggal. Dan terus menerus kebaikan pahala akan mengalir meskipun telah terputus amalan orang tua.

Pada zaman ini banyak sekali orang yang melalaikan permasalahan tersebut. Tidak memperhatikan kepada pendidikan anak-anaknya, justru mendidik anaknya agar rusak, dan tidak berusaha untuk memperbaikinya. Melihat anak-anaknya melakukan larangan dan meninggalkan kewajiban serta meninggalkan shalat, dia tidak memerintahkan mereka atau melarang. Atau melihat anak-anaknya bermain di jalanan, bergaul dengan teman-teman jelek, bahkan kadang pergi ke tempat-tempat yang disitu ada kerusakan, sama sekali tak menjadi pikirannya. Padahal kalau anaknya merusakkan salah satu benda yang dimilikinya, dia pasti akan menjadi lelaki tegas dan pahlawan pembela, membela harta dunianya namun sama sekali tak membela agamanya. Perhatiannya hanya untuk perbaikan harta dan tidak ada perhatian untuk kebaikan anak-anak dalam hidupnya, bagaimana setelah mati?

Maka bertaqwalah kalian wahai para bapak dalam perkara yang berkenaan dengan anak-anakmu agar mereka menjadi simpanan untukmu dan jangan sampai mereka menjadikan kalian rugi. Ketahuilah bahwa keshalihan anak tak akan terwujud begitu saja tanpa mengupayakan sebab, tanpa kesabaran dan kesusahan.

Hadits diatas juga menunjukkan bahwa anak disyariatkan mendoakan orang tuanya bersamaan dengan doa untuk dirinya di dalam maupun di luar sholat. Dan ini termasuk perbuatan berbakti yang akan terus ada setelah meninggalnya para orang tua.
Perkara-perkara yang tersebut di dalam hadits tadi adalah inti dari firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS Yaasiin : 12)

Apa yang telah mereka kerjakan disini maksudnya adalah apa yang mereka lakukan secara langsung dalam hidupnya berupa amal-amal yang baik maupun yang buruk. Sedang bekas-bekas yang mereka tinggalkan maksudnya hasil dari amalannya yang terus terwujud setelah kematiannya yang baik maupun yang buruk.
Bekas-bekas amalan yang sampai kepada seorang hamba setelah meninggalnya ada tiga perkara :
Pertama : amal shalih yang dilakukan orang lain sebagai hasil upaya si mayit, berupa dakwah dan pengarahannya kepada orang itu sebelum meninggal.
Kedua : beberapa perkara yang digunakan orang lain berupa usaha-usaha kebaikan yang bermanfaat yang telah didirikan si mayit sebelum dia meninggal. Atau wakaf yang diwakafkannya pada saat masih hidup yang kemudian diambil hasilnya setelah dia meningga dunia.
Ketiga : amalan-amalan yang dilakukan orang yang masih hidup kemudian pahalanya dihadiahkan kepada si mayit berupa doa, shadaqoh dan amalan kebajikan yang lain.
Ibnu Majah meriwayatkan :

“Sesungguhnya amal kebaikan yang akan sampai kepada mayit setelah meninggalnya adalah : ilmu yang dia sebarkan, anak shalih yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia dirikan, rumah yang dipakai para musafir yang telah dia bangun, sungai yang dia alirkan, atau shadaqoh yang dia keluarkan dari hartanya pada saat dia masih hidup dan sehat, semua akan sampai kepadanya setelah dia meninggal”.

Maka berusahalah -semoga Allah merahmatimu-, untuk mengerahkan semua sebab dan melakukan amalan yang bermanfaat yang akan terus ada manfaatnya dan mengalir pahalanya setelah wafatmu, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Harta dan anak-anak shaleh adalah perhiasan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS Al Kahfi : 46)

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarga dan shahabatnya.

Kamis, 10 Februari 2011

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Pendidikan Seni Penting
Oleh PPPGKes.Com
Selasa, 29 Nopember 2005 13:57:03 Klik: 3410 Cetak: 56 Kirim-kirim Print version download versi msword
Ditengah merosotnya kebanggaan akan seni dan budaya adiluhung bangsa sendiri, muncul angin segar yang dihembuskan oleh Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA selaku Menteri Pendidikan Nasional mengenai pengembangan pendidikan seni. Dengan tegas disampaikan, pendidikan seni penting dan harus sejajar pengembangannya dengan pendidikan lainnya di sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan tinggi. Ada 2 (dua) alasan pokok kenapa beliau sangat "consent" dan menaruh perhatian yang besar pada pendidikan seni, yaitu alasan filosofis dan alasan pragmatis. Sebagai Menteri Pendidikan Nasional yang baru melaksanakan tugas kurang dari 1 (satu) tahun ini, beliau telah mampu memberikan dorongan dan semangat pada jajaran pendidikan menengah kejuruan, utamanya pada kelompok seni dan budaya. Betapa tidak, ditengah kegalauan akan gencarnya arus budaya asing yang masuk dan mempengaruhi pola perilaku sebagian masyarakat kita, beliau dengan tegas menyatakan bahwa pendidikan seni dan budaya harus sejajar dengan pendidikan teknologi.



Sebetulnya, perhatian beliau pada pengembangan pendidikan seni merupakan salah satu kristalisasi dari latar belakang beliau yang berasal dari daerah Temanggung, Jawa Tengah (lahir, 8 Oktober 1952) dimana seni dan budaya masyarakat sangat terpelihara dengan baik. Kemudian semakin mengental minat dan perhatian beliau kalamana mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu dan belajar di Yogyakarta (tahun 1972, diterima masuk Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada) yang terkenal sebagai kota pelajar dan kota budaya. Berawal dari sinilah, kemudian pada saat beliau diberikan amanah untuk mengembangkan dan mengurusi masalah pendidikan di Indonesia yang pada saat ini sedang terpuruk dan jauh tertinggal dengan negara-negara lain, beliau inginkan agar pendidikan seni dan budaya, bisa sejajar dengan pendidikan-pendidikan yang lain.



Menurut beliau, secara filosofis pendidikan kepeduliannya pada pengembangkan manusia seutuhnya bukan sekedar ingin mengembangkan sumber daya manusia, karena berbeda antara manusia dan sumber daya manusia dimana manusia yang paling essesial adalah subyek atau kediriannya sedangkan sumber daya manusia yang paling essensial adalah peran manusia sebagai obyek (dalam teori ekonomi sumber daya adalah factor produksi, utk mencapai tujuan produksi). Sehingga pendidikan yang utuh adalah pendidikan manusia, yang berguna untuk kepentingan mengaktualisasikan dirinya agar potensi kemanusianya benar-benar menjadi sesuatu yang riil bermanfaat bagi martabat dan kesejahteraan manusia. Karena manusia adalah subyek maka pendidikan kedirian/pendidikan kesubyekan "education of the soul" sangat penting agar dapat mengekpresikan dirinya melalui olah pikir (bagaimana manusia menunjukan supremasi melalui ilmu pengetahuna dan teknologi), olah rasa (bagaimana manusia menunjukan supremasi di bidang ekspresi rasa yaitu pendidikan seni), dan olah raga (karena manusia hidup dengan basic fisik). Sehingga kedudukan antara pendidikan teknologi, pendidikan seni dan pendidikan raga adalah sama dan sejajar dalam konteks pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Sedangkan secara pragmatis, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang unggul dan kaya dalam ekspresi rasa indah dan karya ekspresi seni, yaitu dibuktikan dengan beranekaragamnya seni dan budaya yang ada mulai dari Sambang sampai Merauke. Dan untuk masalah seni dan budaya yang dapat menandingi dan satu level dengan Indonesia menurut beliau hanya Cina, namun kita tetap unggul dalam jumlah keragaman seni dan budaya sehingga dalam hal seni dan budaya Indonesia sebenarnya berkelas dunia "we are the word class" kata beliau. Dan kita mempunyai peluang yang besar untuk dapat bersaing serta unggul dalam dalam bidang seni dan budaya, karena untuk dapat unggul dalam bidang iptek kita butuh waktu yang sangat lama sebab ada korelasi antara tingkat kemakmuran dengan intelektualitas, tingkat kemakmuran ditentukan oleh tingginya incame perkapita. Sedangkan untuk pengembangan seni, modal pokok yang dibutuhkan adalah bakat dan Indonesia adalah gudang orang-orang berbakat seni. Harapan beliau terhadap pengembangan pendidikan seni adalah dengan keunggulan lokal seni dan budaya yang ada kita dapat menjadi "Benchmarking" untuk kualitas pengembangan pendidikan seni dan budaya di tingkat global.



Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan action plan yang kongrit dan masuk akal, bagaimana secara bertahap kita bisa mencapai kualitas pendidikan seni tingkat dunia. Selain itu diperlukan juga adanya networking agar terjadi sinergi antar SMK-SB dalam usaha memajukan pendidikan seni dan budaya. Dari segi kebijakan, beliau sudah mencanangkan bahwa pertunjukan dan pentas seni yang digelar oleh Departemen Pendidikan Nasional harus merupakan karya siswa, mahasiswa, guru, dosen dan widyaiswara seni. Ini sebagai ujud apresiasi dan penghargaan terhadap karya-karya seni serta untuk memberikan semangat pengembangan seni dan budaya yang diberikan oleh pemerintah.

(Sumber: Pengarahan Mendiknas dalam Lokakarya Nasional Pengembangan Pendidikan Seni di PPPG Kesenian dan beberapa sumber yang relevan).