Selasa, 29 November 2011

Seandainnya aku jadi penulis dan guru


Seandainnya aku jadi penulis dan guru
                                                                 diganti
Seandainya aku jadi pelukis, guru  dan jadi kiyai keinginan bapakku
Menulis itu adalah sebuah aktifitas  pekerjaan yang tak pernah terpikir bahwa itu adalah mudah dilakukan saat kita sedang bekerja. Sudah lama menjadi guru belum tentu kita merasa pernah menulis, menulis itu bisa terjadi karena paksaan atau muncul karena hobby sehingga apa yang kita lakukan atau yang kita fikirkan tentang ide kreatif kita bisa ditulis. Saat disekolah sering kita berkomunikasi dengan orang tua melalui  tulisan kadang saling berbalas sampai beberapa lembar, semasa muda ada temanku yang rutin disetiap aktifitasnta terekam dalam buku diare tanpa terlewatkan setiap harinya aktifitasnya yang baik dan  yang jelek tertulis disana terutama masa muda lebih menjurus ketema asmara.
Sudah sering aku coba menulis setiap aktifitasku semasa aku kuliah namun tak tertahan lama, kebetulan aku senang dengan membuat katalog pameran  dalam isian pengantar biasanya aku coba untuk membuat isian pengantar sesuai dengan katalog yang ditulis  dengan bahasa kurator yang baik sehingga  begitu bagus. Sempat aku coba membuat cerita tentang diriku dan perjalan hidupku yang masih  seujung kuku. Memang perlu menyisihkan  waktu  untuk menulis, harapan bisa dibaca tak hanya untuk dirikita atau kleuarga tapi bisa bermanfaat bagi yang lainnya. Sebuah tulisan singkat tentamg perjalannku sebelum menjadi pelukis bukan penulis sesuai dengan permaintaan andai akau jadi penulis dan guru. Guru memang sering menulis  tetapi mungkin menulis yang dimaksud bukan itu aku tahu menulis yang sering dilakuakan teman teman terutama guru bahasa indonesia yang piawai memainkan kata dalam tulisannya sehingga bisa dimuat dibeberapa surat kabar dan majalah ternama. memang butuh waktu ketika kita sudah disekolah  anak-anaklah yang utama ketika kita sampai dirumah terasa capek dan cengkrama bersama keluargalah obatnya.
Mungkin semua beranggapan bahwa menulis itu menunggu inspirasi datang ketika ingin menuangkan karya tulisannya, seperti halnya aku melukis. Sudah hampir seminggu kanvas itu kosong walaupun cat, kuas dan alat-alat yang lain sudah siap  mununggu diruang lukisku tapi hasrat untuk itu belum ada. tetapi jika keinginnan itu muncul tengah malam pun mulai bekerja untuk melukiskan ide. Kadang harus dipaksa sehingga  nanti dengan berjalan muncul ide-ide baru. Aku rasa  menulis itu seperti itu gampang-gampang susah  kalau kita bisa menjalani dengan senang dan rutin kayaknya ide itu akan muncul terus. Seperti halnya melukis sering dilakukan  akan menambah ekploras kita tentang ide dan gagasan dalam membentuk sebuah karya. Tentunya kita butuh modal yaitu membaca. Seperti halnya melukis butuh inspitrasi dari apa yang kiata liahat seperti melihat pameran katalog-katalog pameran sebagai perbandingan sehingga bisa mngikuti perkembangan. Ini aku coba belajar menulis
Berawal dari uang 25 ribu aku berngkat kesurabaya tanpa ijin orang tua. Diam-diam aku daftar kuliah lewat jalur PMDK. Kebetulan tetanggaku seorang pelajar STMPAL surabaya menurut pengakuan dia hafal dengan kota surabaya paling tidak tahu tentang surabaya yang begitu metropolitan dalam bayangnku surabaya sama halnya dengan jakarta karena memang aku jarang kesurabaya mungkin beberapa tahun yang lalu saat akau SD  kekebun binatang itu yang aku ingat. karena dorongan temen temanku di kelas 3 IPA kebetulan masuk jurusan  itu. Mereka  selalu memberikan semangat kepadaku untuk melanjutkan kuliah dijurusan seni rupa karena sudah terlihat bakat dan kemampuanku dibidang seni, Tinggal 3 hari penutupan  aku putuskan berangkat.aku berangkat pagi-pagi untuk mengejar waktu supaya sampai disurabaya tidak terlalu siang. Untuk mendapatkan legalisir rapot dan pengantar dari sekolahku tidak Cuma-Cuma, aku harus menyelesaikan papan-papan data untuk ditulis lagi karena adanya akreditasi sekolah sebelum dapt tanda tangan dari Kepala sekolah waktu itu. Butuh waktu hampir 2 hari untuk mengerjakan karena memang sudah dikenal kalau tulisanku lumayan bagus disekolah yang biasa membuat dekorasai acara disekolah. 
 Sangat disayangkan memang aku berangkat tanpa ijin sama ibukku, sesampai diterminal aku bingung begitu ramai lalu lalang orang dengan wajah muram garang tampa ada rasa saling sayang. Setelah naik bus mini akau mulai mencari microlet bersama temanku yan g mengantarku, aku sendiri belum tahu alamat ketintang itu dimana? Menurut temanku untuk sampai disana harus naik bis mini dulu lalu naik microlet sebanya k 3 kali baru bisa sampai diketintang. Benar aku naik bis mini dulu lalu naik  3 microlet baru  aku sampai diketintang hampir jam 10 pagi padahal, aku berangkat jam 6 pagi dari rumah. Ternyata ditempat  tes tersebut sudah dimulai dari jam 8 jadi aku terlambat petugas memang mengoda kalau pendaftaran sudah ditutup, Dan tidak diperbolehkan aku masuk mengikuti tes. Tetapi ada seorang dosen senior yang mendekatiku dan menayakan dari mana mas? Saya menjawab ‘”maaf saya terlamabat ibu, karena saya dari gresik” dan akhirnya dosen itu mempersilahkanaku masuk mengikuti tes PMDK( tes bakat dan minat)menurut dosen tersebut,  aku ditunggu karena satu-satu paserta dari gresik. Hampir satu jam aku mulai mengerjakan tes dan alhamdulillah selesai. Aku liat kanan kiri gambar teman-teman peserta yang lain begitu bagus- bagus subhanaallah, aku coba bertanya dan kenalan ternyata memang mereka banyak dari sekolah jurusan seni rupa SMSR jadi sudah terlatih tetapi aku tidak patah semangat dan minder walaupun aku dari sma biasa aku yakin aku bisa karena Allah memberikan kemampuan dari masing-masing orang . Setelah selesai alu kembali kegresik bersama teman yanmg mengantarku tadi sambil aku hafalkan jalan-jalan disurabaya karena jika nanti aku diterima tidak mungkin aku minta diantarkan lagi aku harus bisa berangkat sendiri.
Hampir 1 bulan aku menunggu dan menuggu  menyimpan rahasia itu tanpa sepengetahuan orang tua. tiba-tiab aku dipanggil Bapak Kepala sekolah, akupun kaget takutnya ada masalah denganku. Persaanku panik dan takut   aku disodori surat kopnya universitas  negeri surabaya Bapak kepala Sekolah menyuruhku membuka surat tersebut Ternyata alangkah bahagianya tertulis didalam surat itu berbunyi” Ahmad sifin diterima di jurusan seni rupa UNESA lewatr jalur PMDK. Alhamdulillah sujud syukur aku diterima, dan ternyata kebahagiaan itu tak lama  terbersik dalam ingatanku jiak aku belum bilang kalau aku ikut daftar kuliah apalagi langkah selanjutnya kau harus mendaftar ulang bahwa siap untuk kuliah di perguruan tinggi tersebut. Aku pulang kerumah dengan segudang strategi untuk menyampaikan keinginanku untuk elanjutkan  kuliah.setelah samapai dirumah aku mandi sholat aku sempatkan duduk diteras bersama ibukku. Lidahku mulai keluh untuk mengatakan sesuatu. “Emak aku pingin kuliah disurabaya, dengan nada pelan ibukku menjawab “sudahlah tidak usah aneh-aneh,  ikut ngaji (pondok) saja!  enak gak butuh banyak biaya dan juga dekat rumah. Aku bilang “ mak aku ini sudah diterima dijurusan seni rupa mohon maaf kemaren aku daftar tanpa ijin emak” dijawab dengan suara lantang’ kuliah-kuliah memang kuliah itu apa ndak butuh biaya yang banyak! Darimana uang kita ini orang ndak punya buat makan saja susah, apalagi buat kuliah! aku jawab untuk meradam ibu agar direstui” aku nanti bias bantu-bantu ngajar ngelesi privat sambil kerja mak.
 Ibukku pun berfikir sambil berkata” ya sudah nanti kiat bicarakan lagi dengan bapak,  karena bapak belum pulang dari kerja’.
Pagi hari ketika aku bangun sholat subuh sudah siap sarapan pagi biasa orang desa itu kalau makan harus pagi karena setelah makan pagi harus berangkat kesawah atau tambak . Dimeja makan yang terbuat dari bambu  bapak mulai membuka pembicaraan “katanya ibumu kamu mau kuliah apa sudah kau pikirkan dengan matang keputusanmu itu apalagi ambil jurusan Seni Rupa nantinya jadi apa nak? Aku jawab” inggih pak aku mau kuliah jurusan seni rupa, ini keguruan nantinya insyaallah akan jadi guru!”bapak menjawab” apa tidak enak jadi kyai nagaji di pondk saja bisa dekat orang tua lagi, kukliah kok kuliah gambar!” ibukku datang  ke meja “ya sudah bapak ibu merestui kamu untuk kuliah maslah biaya nati kita usahakan tetapi nati jika disana harus hati-hati dan sungguh sungguh karena kamu ini asalnya orang desa oarang yang tidak punya tidak usah macam-macam. Jurusan seni rupa didekat sini saja apa tidak ada tidak usah jauh kesurabaya! Aku jawab “Yang ada disurabya mak! ya sudah jawab emak ”inggih terima kasih bapak, terima kasi ibu! Langsung aku sungkem dan  kuciumi bapak ibukku. Sejak itu aku siapakan berkas- berkasnya untuk mendaftar ulang  dan juga persiapan awal untuk peralatanku kuliah karena aku harus cari tempat kos untuk menginap. sedikit demi sedikit masalah sudah terselasaikan saat nya aku mulai berangakat kuliah. Sekarang aku sudah tahu untuk bisa sampai diketintang tidak perlu lagi harus naik microlet samapi 3 kali, cukup dengan naik bis mini dan bis kota  bisa langsung sampai di jalan ketintang surabaya alamat Kampus UNESA ketintang. Secara kebetulan setelah registrasi ulang aku berdiri dipinggir jalan sambil menunggu angkutan ada seorang mahasiswa senior yang mengajak kenalan, “  dek calon mahasiswa baru ya? darimana? Aku jawab” iya mas dari gresik dia bertanya lagi” sudah dapat kos belum , kalau belum ketempatku saja! Masih ada yang kosong. Namanya untung itu tidak kemana tak perlu mencari malah ditawari, aku teingat kata guruku” kalau orang yang suka menolong natinya akan ditolong orang. Aku ikuti teman baruku mahsiswa senior yang tinggal skripsi saja untuk ngekos ditempatnya. Kebetulan tempatnya tidak jauh dari kampus cukup jalan hampir 100 meter dari tempat kosku.
                                                                BERSAMBUNG
Karya: Ahmad Sifin S.pd

Selasa, 27 September 2011

lukisan kaligrafi SAID AKRAM

Jakarta – Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir. Akram studio yang bekerjasama dengan Galeri Nasional akan menggelar Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi dengan tema “Berbicara melalui Karya”, pada kamis (04/12) pukul 20.00, WIB diresmikan oleh Bapak DR. H. MS. Kaban, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, dan pidato kebudyaan akan disampaikan oleh Bapak A.D. Pirous, bertempat di Galeri Nasional Indonesia Jln. Medan merdeka Timur No.14 Jakarta, pemeran akan berlangsung sejak pembukaan kamis, (04/12) sampai dengan tanggal (16/12). Sebut Said Akram Kepada Wartawan, Rabu (03/12)

Said Akram Menjelaskan Kehadiran Pameran Tunggal ini adalah merupakan sebuah keberhasilan yang sangat luar biasa menilik pameran tunggal dari kalangan pelukis kaligrafi sebelumnya hanya dilaksanakan oleh pelukis A.D Pirous saja yang melakukan hajatan besarnya dalam sebuah pameran akbar yang berdimensi retrospektif beberapa tahun lalu. Ini merupakan sebuah terobosan yang sangat membantu dalam membangun keaneka ragaman ekspresi dan dinamika berkesenian untuk lebih mewarnai kemajemukan kegiatan seni lukis dewasa ini yang lebih banyak didominasi oleh pameran pameran lukisan figuratif yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, umumnya berasal dari perupa China yang silih berganti dilangsungkan di Galeri Nasional ini. Jelas Alumni ISI jokjakarta ini.


Merwan Yusuf sebagai art curator Pameran tunggal Said Akram, beliau mengatakan sudah sejak awal memang lukisan atau drawing yang menggambarkan tentang tanda tanda dalam bentuk yang mempunyai arti tersendiri dan mewakili suatu ide dan ungkapan, adalah temuan pertama manusia untuk mewujudkan kemampuan mencipta yang ditujukan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer, Aceh menjadi tempat ia bekerja dengan suasana yang lebih kondusif dan lingkungan untuk bisa lebih fokus dan berkontemplasi mewujudkan ide dan gagasan yang nantinya akan direalisir menjadi karya visual. Sudah sejak lulus dari ISI Yogyakarta dan berkiprah sebagai professional artist ia sangat dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir, ia berhasil keluar dari kepungan pakem pakem penulisan kaligrafi baku yang pernah ada sebelumnya. Bentuk olahan kaligrafi yang seperti itu kemudian memunculkan ciri khas kaligrafi yang memaksimalkan terbentuknya volume dan efek grafitasi.

Merwan Menambahkan, Karya karya yang di hadirkan said akram diruang pameran tunggalnya di Galeri Nasional mengandung pesan pesan moral dan spiritual melalui ekspresi keindahan huruf dari ayat ayat Al Quran dan penggambaran bentuk alam yang tercabik cabik. Ia juga mengajak kita untuk menikmati dan mengapresiasi dunia huruf arab dan kaligrafi baru yang menjadi style pribadinya. Said adalah salah seorang kontributor pengayaan corak kaligrafi yang sangat personal serta telah memperkaya khasanah seni lukis kaligrafi Nasional maupun Internasional, sebut Art curator ini.

Akram seorang pelukis kelahiran Pidie, Aceh. Merupakan generasi terakhir yang konsisten dengan pilihan lukisan khattiya ini pasca-Sadali, dan A.D. Pirous. Akram memiliki zamannya sendiri untuk menilai dan berekspresi pada aliran ini sehingga melahirkan karya-karya inovatifnya yang orisinil, tidak mengekor kepada para pendahulu. Akram adalah anak yang telah dimandikan oleh nilai-nilai religiositas yang kuat. Putera Aceh yang basah dengan tradisi Islam puritan. Ayahnya pakar kaligrafi terkenal, beliau dikenal luas sebagai seorang yang paham sejarah Islam dan sekaligus sebagai seorang “Pentasih” nasional yaitu suatu keahlian yang dapat membaca dengan benar dan mengkoreksi tulisan tulisan arab. Said Akram adalah wajah masa depan seni lukis kaligrafi Indonesia. Pameran tunggal ini menjadi penting bagi Akram untuk mentasbihkan mazhab dan gaya kaligrafinya dalam percaturan seni lukis kaligrafi dunia.

Jakarta, 03 Desember 2008

SAID AKRAM

Selasa, 13 September 2011

KALIGRAFI TAK PERNAH MATI

Merosot Sejak Era Amri Yahya
Surabaya – Surabaya Post. Perkembangan dunia seni lukis di Jawa Timur (Jatim), terutama kaligrafi dikatakan oleh salah seorang pelakunya, tidak akan pernah mati. Namun bagi pelukis lain, meski tidak akan pernah mati namun juga tidak “hidup”. Perkembangannya semakin merosot jika dibandingkan dengan tahun 1980-1985 an.

Saat itu, dunia seni lukis kaligrafi terlihat menonjol dan gaungnya juga tidak hanya Jatim tapi menasional. “Apalagi saat itu masih getol-getolnya Amri Yahya (Jogjakarta) dan AP Pirous (Bandung),” kata pelukis kaligrafi senior dari Kediri, M Djuhandi Djauhar yang ditanya tentang perkembangan dunia kaligrafi saat ini (Surabaya Post, 4 September).

Pada saat itu, tambah pria kelahiran Kota Tahu pada 1948 ini, dukungan dan antusias pelukis bergitu terlihat. “Pak Amri dan Pak Pirous, adalah maestro yang jasanya terhadap perkembangan seni kaligrafi Indonesia begitu besar,” jelas Djuhandi yang ditemui saat mempersiapkan pameran bersama di Galeri Surabaya (GS) – Kompleks Balai Pemuda, mulai Jumat (5/9) ini.

Namun sejak kurang berkiprahnya dua pelukis itu, termasuk meninggalnya Amri Yahya, kondisi atau perkembangan dunia seni lukis kaligrafi terus merosot hingga kini. Pameran, kata dia, juga jarang sekali. Kalaupun ada, hampir selalu dikaitkan dengan peristiwa atau hari besar Islam. “Seperti saat Ramadan begini,” kata dia.

Padahal, kata Mantan Pengawas Pendidikan Agama Islam Kandepag, Kediri, hal itu tidak perlu dilakukan. Tidak harus menunggu hari besar Islam atau puasa. Kalau mau pameran, ya pameran saja. Karya yang dihadirkan juga tidak usah dibedakan antara kaligrafi dan lukisan lainnya, baik kontemporer atau pemnadangan.

Rupanya, tambah pelukis kaligrafi lainnya, Bambang Tri ES, kondisi ini sepertinya belum disadari banyak pelukis. Sehingga, kalau pameran juga selalu mencari suasana yang pas, termasuk seperti pameran di GS ini.

Kalau tentang pasar, baik Djuhandi maupun Bambang Tri, sama-sama mengatakan, masih kalah jauh dengan lukisan lain, terutama kontemporer. Namun keduanya, termasuk pelukis lain yang kini pameran di GS, berusaha mengangkat lukisan kaligrafi ke masyarakata. Salah satu caranya juga dengan pameran. Untuk selanjutnya, mereka akan berpameran lebih sering dan tidak terkait dengan hari besar keagamaan, khususnya Islam.

“Seperti AD Pirous itu, meski karyanya dikenal kaligrafi, namun pameran juga dilakukan di mana-mana. Tidak membedakan aliran. Karya Pak Pirous juga tetap mempunyai apresiasi tinggi. Ini yang perlu disadari oleh teman-teman pelukis,” jelas Bambang yang dalam pemerannya menampilkan QS Al Baqoroh 45.

Pameran yang digelar di GS hingga 13 September, tambah Djuhandi, mestinya ada sembilan orang. Namun yang ikut hanya enam orang. Salah seorang pelukis yang dianggap sebagai penggagas, Paib dari Bawean, tidak bisa ikut, karena ada kesibukan di Kuala Lumpur (KL) Malaysia yang tidak bisa ditinggalkan.

Kelompok yang pameran di GS dengan tema “FirmanMu Sumber Keteduhan Hati” ini, rencananya tidak hanya pameran di Jatim dan Indonesia saja tapi juga ke luar negeri. Dan keliling Asia Tenggara. “Mudah-mudahan setelah Pak Paib datang, perencanaan bisa dilanjutkan,” kata dia.(gim)
Surabaya Post, Jumat 05/09/2008 – 10:48:46 |

Senin, 15 Agustus 2011

Belum lama ini, Wedha yang membuat illustrasi karakter lupus dan juga terkenal dengan temuannya WPAP (Wedha's Pop Art Potrait) pernah dipublish di Desain Studio (lihat ulasannya disini). Karya Wedha memang sangat jempolan, walaupun pertama kali ditemukan tahun 1990-1991, tapi sampai sekarang gaya WPAP masih populer dan bahkan semakin berkembang. Beberapa komunitas WPAP mulai berkembang melalui jejaring-jejaring sosial semacam facebook, blog dan forum-forum. Tidak ingin ketinggalan, Desain Studio kali ini mencoba menyajikan tutorial cara pembuatan WPAP ini untuk pembaca. :)


Di tutorial kali ini, kita akan menggunakan Adobe Illustrator. Tidak masalah jika ada yang menggunakan CorelDRAW maupun Freehand, langkah-langkahnya sama saja.




STEP 1

Gunakan Pen tool (P) untuk menggambar bagian mulut. Gambar dengan garis-garis lurus dan tidak lengkung dan buatlah bentuk berdasarkan intensitas cahaya pada gambar. Artinya, bidang-bidang gambar pen tool di bentuk berdasarkan warna dari wajah (lihat gambar)

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 2

Jika sudah, warnai gambar dengan warna yang dekat dengan warna sebenarnya. Gunakan eyedropper tool (I) untuk langkah ini. Cukup pilih bidang yang ingin diwarnai, lalu tekan tombol I di keyboard untuk memilih eyedropper tool dan klik pada sampel warna yang ingin diambil. Sebagai contoh, jika warna yang ingin diambil adalah bagian bibir, klik eyedropper tool pada bibir. Begitu seterusnya hingga semua bidang diwarnai.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 3

Beralih ke bagian atas, gambar kan bidang-bidang membentuk hidung dan kacamata. Kemiripan wajah sangat tergantung dari bagaimana kita membentuk bidang dengan baik pada daerah-daerah detil seperti mulut, hidung dan mata.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 4

Sama seperti pada STEP 2, warnai juga bidang-bidang yang telah dibuat tadi.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 5

Beralih kebagian pipi hingga leher, bagian ini tidak terlalu detil, jadi gambar bidang-bidang yang lebih besar. Namun tetap ingat, gambarkan berdasarkan intensitas cahaya dan perbedaan warna. Karena walaupun tidak berbentuk detil, kubis-kubis nanti bisa diidentifikasi sebagai sebuah bentuk karna pewarnaan di tiap bidang yang berbeda.

Sama seperti dua bagian sebelumnya, bagian ini juga saya warnai dahulu dengan warna-warna dasar wajah.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 6

Lengkapi dengan membuat beberapa bidang untuk melengkapi bagian-bagian lainnya.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 7

Kali ini kita telah selesai dengan membentuk perwajahan karakter. Sekarang kita pisahkan objek bidang-bidang vektor dengan gambar aslinya dan bersiap untuk pewarnaan.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 8

Dalam WPAP, warna yang digunakan adalah warna-warna yang tidak biasa dan bermain dengan intensitas warna (gelap/terang). Salah satu alternatif yang bisa kita gunakan di Illustrator adalah dengan menggunakan warna pantone. Cukup pilih Window > Swatches lalu klik icon swatches library menu dibagian bawah swatches palette, pilih Color Books > Pantone Solid Uncoated. Maka akan terbuka Pantone Solid Uncoated palette.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

STEP 9

Ada banyak warna yang bisa ditemukan di Pantone Solid Uncoated palette ini. Selain itu, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi warna berdasarkan intensitas gelap dan terangnya (karena disusun sejajar).

Untuk tips memberi warna karya WPAP anda, cukup ikuti aturan main dari pencahayaan pada gambar yang asli. Misalnya, untuk bagian yang terang, berikan warna-warna terang dengan intensitas yang terang seperti kuning, hijau muda, pink, dll. Sebaliknya, bagian bidang di daerah gelap juga harus diisi dengan warna yang berkarakter gelap seperti biru, merah tua, hijau, coklat, dll.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

Well, inilah karya WPAP dari M Shadow (vokalis band Avenged Sevenfold) yang telah diaplikasikan pada sebuah poster.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)


Pertanyaan, kritik dan saran, langsung saja di kolom komentar..
Selamat mencoba dan terus berkarya! :D

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Rabu, 15 Juni 2011

Hadis:

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka akan terputus segala amalannya kecuali tiga perkara…”.

Segala puji hanya milik Allah Yang mempunyai segala apa yang ada di langit maupun di bumi. Bagi-Nya segala pujian di dunia maupun di akherat dan Dialah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya manusia diciptakan di alam kehidupan ini bertujuan untuk beramal, kemudian nanti akan dibangkitkan di hari kiamat untuk dibalas berdasarkan apa yang telah mereka amalkan. Maka manusia tidak diciptakan sia-sia, juga tidak ditelantarkan begitu saja. Orang yang beruntung adalah orang yang telah memberikan kebaikan untuk dirinya yang akan dia dapatkan simpanannya di sisi Allah. Dan orang yang celaka adalah orang yang yang memberikan kejelekan untuk dirinya yang akan mengakibatkan kesengsaraan.
Lihatlah kepada amal-amalmu, dan mawas dirilah sebelum datang ajalmu, karena kematian menandakan terputusnya amalan dan merupakan permulaan menuai balasan. Kematian begitu dekat namun kalian tak mengetahui kapan datangnya. Dan perhitungan amal sangat teliti namun kalian tak mengetahui kapan saatnya. Rambut beruban telah memberikan tanda peringatan akan kematian, maka bersiaplah menghadapinya. Kematian teman karib seseorang menandakan dekatnya kematian dirinya.
Ingatlah kematian, beramallah untuk menghadapi masa sesudahnya yang pasti kalian akan datang menemuinya dan menetap di sana. Jangan sampai dilalaikan dengan sesuatu yang kalian datangi tapi akan segara kalian tinggalkan. Jangan tertipu dengan impian-impian panjang lalu menjadi lupa dengan kedatangan ajal. Berapa banyak orang yang mendambakan sesuatu lalu tidak bisa dia dapatkan. Berapa banyak orang yang hidup dalam waktu paginya suatu hari, lalu tak menemui waktu sorenya; atau mengalami sorenya suatu malam namun tak menemui paginya. Berapa banyak orang ketika datang ajalnya berangan untuk ditunda beberapa saat lagi agar dia bisa memperbaiki kesalahannya serta melakukan apa yang telah dia lupakan. Maka dikatakan padanya : “Mustahil, apa yang kau harapkan telah berlalu, kami telah memperingatkanmu sebelumnya dan kami telah ancam kamu bahwa tidak ada waktu lagi untuk kembali”. Allah berfirman (yang artinya) :

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munafiqun : 9-11)

Sebenarnya seseorang itu terhenti amalnya tatkala datang kematiannya. Tetapi ada beberapa amalan yang dilakukan pada saat hidupnya dan manfaatnya terus-menerus dipakai, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya meskipun temponya berlangsung lama. Dan itu berbentuk segala usaha kebaikan yang bisa bermanfaat bagi manusia ataupun binatang ternak; seperti wakaf-wakaf untuk kebaikan, pohon-pohon berguna yang berbuah, sumber-sumber air minum, membangun masjid-masjid dan madrasah, anak keturunan yang shalih, mengajarkan ilmu bermanfaat dan mengarang kitab-kitab yang berfaedah.
Di dalam As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya”.

Hadits ini menunjukkan terputusnya amalan seseorang itu dengan kematiannya, dan waktu untuk beramal adalah selama dia masih berada dalam kehidupannya.
Maka wajib bagi seorang muslim untuk berhati-hati dari sikap lalai dan membuang-buang waktu, dan hendaklah bersegera melakukan ketaatan sebelum datang kematian, tidak mengakhirkannya sampai waktu yang mungkin tidak bisa dia gapai. Dalil-dalil yang menunjukkan perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bersegera dalam melakukan ketaatan dan bercepat-cepat untuk melakukan amalan banyak, menandakan bahwa kalau tidak segera dikerjakan hal itu akan luput dari tangan kita.

Hadits tadi menunjukkan dikecualikannya amalan kebaikan yang terus bisa dimanfaatkan setelah meninggalnya orang yang melakukannya, tidak terputus dengan kematian dia. Bahkan pahalanya akan terus mengalir selama bermanfaat meskipun bisa bertahan sampai lama.

Perkara-perkara itu adalah :
Pertama : shadaqah jariyah.
Para ulama telah menafsirinya dengan wakaf untuk kebaikan. Seperti mewakafkan tanah, masjid, madrasah, rumah hunian, kebun kurma, mushaf, kitab yang berguna, sumber-sumber air minum berupa sumur, bak, kran-kran minum dengan pendingin, dan lain sebagainya. Disini merupakan dalil disyariatkannya mewakafkan barang yang bermanfaat dan perintah untuk melakukannya, bahkan itu termasuk amalan yang paling mulia yang bisa dilakukan seseorang untuk kemuliaan dirinya di akhirat. Yang pertama ini bisa dilakukan oleh para ulama maupun orang awam.

Kedua : ilmu yang bermanfaat.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara seseorang mengajarkan ilmu kepada manusia perkara-perkara agama mereka. Ini khusus bagi para ulama yang menyebarkan ilmu dengan cara mengajar, mengarang dan menuliskannya. Orang yang awam juga bisa melakukannya dengan cara ikut serta di dalamnya berupa mencetak kitab-kitab yang bermanfaat atau membelinya lalu menyebarkannya atau mewakafkannya. Juga membeli mushaf lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan atau meletakkannya di masjid-masjid. Hal ini menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu dan mengajarkannya, menyiarkannya dan menyebarluaskan kitab-kitabnya agar bisa mengambil manfaat sebelum dan sesudah kematian dia.

Manfaat ilmu akan tetap ada selama di permukaan bumi ini masih ada seorang muslim yang sampai kepadanya ilmu tersebut. Berapa banyak ulama yang meninggal semenjak ratusan tahun yang lalu tetapi ilmunya masih ada dan dimanfaatkan melalui kitab-kitab yang telah dikarangnya lalu dipakai dari generasi ke generasi sesudahnya dengan perantara para muridnya kemudian para pencari ilmu setelah mereka. Dan setiap kali kaum muslimin menyebutkan nama dia, mereka selalu mendoakan kebaikan dan mendoakan agar Allah merahmati dia. Ini adalah fadhilah dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Berapa banyak generasi yang diselamatkan Allah dari kesesatan dengan jasa seorang alim, maka alim itu mendapatkan seperti pahala orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.

Ketiga : anak shalih
Anak shalih baik laki-laki maupun perempuan, anak kandung maupun cucu, akan terus mengalir kemanfaatan mereka untuk para orang tua berkat doa baik yang diterima Allah untuk ibu bapak mereka. Juga shadaqah yang dilakukan anak-anak shalih untuk orang tua, juga hajinya, bahkan doa yang diucapkan orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari anak-anak tersebut. Seringkali orang yang mendapatkan kebaikan dari seseorang dia mengatakan : “Semoga Allah merahmati orang tuamu dan mengampuni mereka”.

Disini juga menunjukkan anjuran untuk menikah, dengan tujuan untuk mendapatkan anak yang shalih, dan melarang dari membenci banyaknya anak. Sebagian manusia kadang terpengaruh dengan propaganda-propaganda sesat sampai dia membenci banyaknya anak dan berusaha untuk membatasi kelahiran atau bahkan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan kebodohan mereka terhadap ilmu agama dan ketidaktahuan mereka tentang hasil yang akan didapatkan nanti, serta disebabkan karena lemahnya iman.

Dalam hadits tadi juga terdapat anjuran untuk mendidik anak agar menjadi shalih dan menumbuhkan mereka dalam ajaran Islam dan dalam keshalihan agar mereka menjadi generasi yang shalih buat orang tua mereka yang nantinya mendoakan kebaikan kepada mereka setelah meninggal. Dan terus menerus kebaikan pahala akan mengalir meskipun telah terputus amalan orang tua.

Pada zaman ini banyak sekali orang yang melalaikan permasalahan tersebut. Tidak memperhatikan kepada pendidikan anak-anaknya, justru mendidik anaknya agar rusak, dan tidak berusaha untuk memperbaikinya. Melihat anak-anaknya melakukan larangan dan meninggalkan kewajiban serta meninggalkan shalat, dia tidak memerintahkan mereka atau melarang. Atau melihat anak-anaknya bermain di jalanan, bergaul dengan teman-teman jelek, bahkan kadang pergi ke tempat-tempat yang disitu ada kerusakan, sama sekali tak menjadi pikirannya. Padahal kalau anaknya merusakkan salah satu benda yang dimilikinya, dia pasti akan menjadi lelaki tegas dan pahlawan pembela, membela harta dunianya namun sama sekali tak membela agamanya. Perhatiannya hanya untuk perbaikan harta dan tidak ada perhatian untuk kebaikan anak-anak dalam hidupnya, bagaimana setelah mati?

Maka bertaqwalah kalian wahai para bapak dalam perkara yang berkenaan dengan anak-anakmu agar mereka menjadi simpanan untukmu dan jangan sampai mereka menjadikan kalian rugi. Ketahuilah bahwa keshalihan anak tak akan terwujud begitu saja tanpa mengupayakan sebab, tanpa kesabaran dan kesusahan.

Hadits diatas juga menunjukkan bahwa anak disyariatkan mendoakan orang tuanya bersamaan dengan doa untuk dirinya di dalam maupun di luar sholat. Dan ini termasuk perbuatan berbakti yang akan terus ada setelah meninggalnya para orang tua.
Perkara-perkara yang tersebut di dalam hadits tadi adalah inti dari firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS Yaasiin : 12)

Apa yang telah mereka kerjakan disini maksudnya adalah apa yang mereka lakukan secara langsung dalam hidupnya berupa amal-amal yang baik maupun yang buruk. Sedang bekas-bekas yang mereka tinggalkan maksudnya hasil dari amalannya yang terus terwujud setelah kematiannya yang baik maupun yang buruk.
Bekas-bekas amalan yang sampai kepada seorang hamba setelah meninggalnya ada tiga perkara :
Pertama : amal shalih yang dilakukan orang lain sebagai hasil upaya si mayit, berupa dakwah dan pengarahannya kepada orang itu sebelum meninggal.
Kedua : beberapa perkara yang digunakan orang lain berupa usaha-usaha kebaikan yang bermanfaat yang telah didirikan si mayit sebelum dia meninggal. Atau wakaf yang diwakafkannya pada saat masih hidup yang kemudian diambil hasilnya setelah dia meningga dunia.
Ketiga : amalan-amalan yang dilakukan orang yang masih hidup kemudian pahalanya dihadiahkan kepada si mayit berupa doa, shadaqoh dan amalan kebajikan yang lain.
Ibnu Majah meriwayatkan :

“Sesungguhnya amal kebaikan yang akan sampai kepada mayit setelah meninggalnya adalah : ilmu yang dia sebarkan, anak shalih yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia dirikan, rumah yang dipakai para musafir yang telah dia bangun, sungai yang dia alirkan, atau shadaqoh yang dia keluarkan dari hartanya pada saat dia masih hidup dan sehat, semua akan sampai kepadanya setelah dia meninggal”.

Maka berusahalah -semoga Allah merahmatimu-, untuk mengerahkan semua sebab dan melakukan amalan yang bermanfaat yang akan terus ada manfaatnya dan mengalir pahalanya setelah wafatmu, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Harta dan anak-anak shaleh adalah perhiasan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS Al Kahfi : 46)

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarga dan shahabatnya.